
Dalam rangka meningkatkan kreativitas masyarakat dan pelestarian budaya, Perpustakaan Umum bersama komunitas DIY Kota Probolinggo merangkul masyarakat dalam kegiatan menghias mahar
Probolinggo – Mahar adalah salah satu tradisi yang diambil
dari ajaran Agama Islam. Sederhananya, mahar adalah seserahan pengantin pria sesuai
permintaan dari pihak pengantin wanita. Namun, mahar bukan semata harga untuk
membeli calon istri, tetapi sebagai simbol kesanggupan sang suami untuk menafkahi
istrinya.
Dalam prosesi pernikahan,
terdapat tradisi di mana mahar yang akan diserahkan terlebih dahulu akan dihias
sedemikian rupa agar lebih menarik. Dengan kreativitas pihak penyelenggara,
mahar yang awalnya terlihat sederhana akan memiliki nilai lebih di tangan
penerima.
Demi mengasah kreativitas
dalam menghias mahar, Perpustakaan Umum Kota Probolinggo menyelenggarakan
kegiatan pelatihan menghias mahar bersama komunitas DIY Kota Probolinggo. Kegiatan
ini dihadiri oleh peserta dari seluruh masyarakat Kota Probolinggo yang sudah
mendaftar sebagai anggota perpustakaan dan memiliki kartu anggota.
Dengan bimbingan dari
narasumber komunitas DIY, peserta mendapat materi tentang mahar, tipe mahar, dan
cara menghiasnya sebelum terjun ke praktik. Tujuannya adalah agar peserta tidak
hilang arah nantinya saat berhadapan dengan alat dan bahan.
Baca Juga: Peran Masyarakat dalam Penyelamatan Naskah Kuno
Setelah tahap pemberian
materi usai, masing-masing peserta mendapat peralatan dan bahan untuk praktik. Alat
dan bahan yang diberikan berupa bingkai kayu, kertas, uang mainan, bunga buatan,
lem tembak dan alat tulis.
Kemudian, peserta bebas
berkreasi sesuai dengan kreativitas masing-masing dengan alat dan bahan yang
tersedia tanpa intervensi. Belasan peserta yang hadir membuat kreasi mahar
dengan teliti dan antusias, hasil dari kreasi mahar ini nantinya akan dibawa
pulang oleh masing-masing peserta.
Kegiatan pelatihan
menghias mahar ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas
masyarakat dalam menghasilkan karya dekoratif yang bernilai estetika sekaligus
bermakna budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta
untuk memahami makna mahar dalam prosesi pernikahan serta teknik dasar menghias
yang dapat diterapkan secara mandiri.
Baca Juga: Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kota Probolinggo
Adapun manfaat yang
diperoleh dari kegiatan ini antara lain memperluas wawasan peserta mengenai
seni kerajinan tangan, menumbuhkan jiwa kreatif dan kewirausahaan, serta
membuka peluang usaha di bidang jasa dekorasi mahar. Bagi perpustakaan,
kegiatan ini menjadi bentuk layanan literasi berbasis praktik yang mendekatkan
perpustakaan dengan masyarakat dan memperkuat perannya sebagai pusat
pembelajaran sepanjang hayat.
Pelatihan menghias mahar
yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Umum Kota Probolinggo bersama komunitas
DIY Kota Probolinggo menjadi langkah nyata dalam mendorong kreativitas
masyarakat sekaligus melestarikan tradisi yang memiliki nilai budaya dan spiritual.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan berbasis keterampilan praktis
masih sangat dibutuhkan dan diminati.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan tema-tema kreatif lainnya, sehingga perpustakaan semakin berperan aktif sebagai ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi bagi seluruh lapisan masyarakat.