
Kegiatan Lomba Bertutur (mendongeng) untuk memupuk minat literasi anak bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo.
Cerita
bertutur adalah aktivitas berbicara, bercerita, berkata-kata, atau
bercakap-cakap yang bertujuan menyampaikan kisah, informasi, atau nilai budi
pekerti secara lisan. Ini merupakan seni bercerita, seperti mendongeng, yang
sering digunakan untuk mengenalkan cerita rakyat, budaya, atau pesan moral,
serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi.
Cerita bertutur bermanfaat meningkatkan kemampuan bahasa, kosa kata, pengucapan dan imajinasi anak. Metode ini efektif untuk menanamkan nilai moral, empati, serta merangsang perkembangan kognitif dan konsentrasi anak dalam suasana yang menyenangkan.
Tergerak
oleh hal ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo (Dispersip)
menyelenggarakan acara lomba bertutur tingkat SD/MI khusus sekolah-sekolah di seluruh
Kota Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung di Aula Puri Manggala Bhakti, Kantor
Pemerintah Kota Probolinggo, tanggal 19 – 20 Mei 2025.
Sekretaris
Dispersip Kota Probolinggo, Agus Rianto S. STP, M. Si, meresmikan pembukaan
acara. Dalam sambutannya, beliau memiliki harapan untuk Lomba Bertutur tingkat
SD/MI tersebut berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Bedah Buku: 30 HARI MELAWAN SEPI
Beliau
juga memiliki harapan lebih melalui inisiatif lomba tersebut dapat meningkatkan
minat baca anak. Demikian pula membentuk karakter sejak dini melalui bahan
bacaan, serta membangun imajinasi anak sehingga menumbuhkan kemampuan ide dan
gagasan kreatif.
Acara
tahun ini menghadirkan sebanyak 79 peserta perwakilan SD/MI negeri dan swasta seluruh
Kota Probolinggo. Dengan dampingan pengajar dan orang tua, peserta dengan semangat
dan antusias mengikuti lomba.
Peserta
membawakan beragam cerita lokal, khususnya cerita lokal daerah Probolinggo.
Tentu dengan pembawaan yang menarik dan ekspresif demi menarik perhatian juri.
Baca Juga: Literasi Informasi: Kunci Sukses di Era Digital
Setelah
seluruh peserta tampil, tiga dewan juri yang bertugas: Dra. Agus Windarti M. Pd,
Drs. Agus Mariono, dan Aryzana Maharani, S. Pd AUD, memutuskan dan mengumumkan
6 pemenang lomba.
·
Juara I diraih oleh Azra Bellvania Riansyahbana dari SDN
Kanigaran 1 dengan skor 959
·
Juara II diraih oleh Nafisa Dwi Maulidia dari SDN Sumber Taman 1
dengan skor 950
·
Juara III diraih oleh Talita Putri Alfianti dari SDN Sukabumi 10
dengan skor 943
·
Juara Harapan I diraih oleh Zayba Ghumaisha Karim dari SDN
Mangunharjo 1 dengan skor 935
·
Juara Harapan II diraih oleh Aisyah Rizky Amalia dari SDN
Sukabumi 2 dengan skor 928
·
Juara Harapan III diraih oleh Muhammad Al Fath Zain Firdaus dari MI
Kahasri dengan skor 915.
Berakhirnya
Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Probolinggo tahun 2025 menjadi bukti nyata
bahwa semangat literasi dapat tumbuh subur melalui kreativitas anak-anak dalam
bercerita.
Antusiasme
peserta, dukungan guru dan orang tua, serta kerja sama yang solid dari Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo menunjukkan bahwa kegiatan ini
bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter, imajinasi,
dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Harapannya, tradisi bertutur terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan ide-ide kreatif sekaligus memperkuat jati diri bangsa melalui cerita.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Probolinggo
Halodoc
– 5 manfaat membacakan cerita dengan lantang untuk anak