Literasi Informasi: Kunci Sukses di Era Digital

Jumat ( 26/9 ) Dalam era digital yang berkembang pesat ini, kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan bijak menjadi keterampilan yang sangat penting

Probolinggo, (26/9) – Melihat dari kacamata dunia digital yang lepas landas dengan kecepatan tinggi, kemampuan dalam menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi adalah suatu kemewahan untuk beradaptasi dengan teknologi. Literasi informasi tidak hanya soal mengelola teknologi, tetapi juga tentang berpikir secara kritis dan logis, serta belajar tentang decision-making (membuat keputusan) yang tepat berdasakan informasi yang akurat dari sumber tepercaya.

Merespon perkara tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada literasi informasi. Bimtek ini bertujuan untuk mendidik tenaga pengajar, pustakawan, dan pegiat literasi.

Kegiatan Resmi Bertema Literasi

Kantor Pemerintah Kota Probolinggo

Kegiatan bertempat di Aula Puri Mangggala Bhakti Kantor Pemerintah Kota Probolinggo. wali kota Probolinggo terlantik, Dr. H. Aminuddin, Sp. Og (K). M.Kes, secara resmi membuka acara Bimtek yang berlangsung pada tanggal 22 – 24 September 2025.

Baca Juga: ” Pelestarian Kearifan Lokal: Dispersip Kota Probolinggo Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Penanggung Jawab Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum, dan Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo. Kegiatan juga dihadiri oleh narasumber berpengalaman bersama perangkat kerja Dispersip Probolinggo.

Pembekalan Bermakna dan Bernilai

Bimtek Literasi Teknologi

Dalam sambutannya, wali kota Probolinggo menegaskan bahwa pengetahuan literasi sangat penting bagi kehidupan karena dapat menunjang kepemimpinan serta mendukung kesuksesan seseorang.

Baca Juga: ” Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Psikologi Remaja

Beliau menambahkan, “Literasi tidak hanya menunjukkan indeks pembangunan manusia, tetapi kemampuan literasi juga menunjukkan bagaimana seseorang itu bisa sebagai seorang leader maupun kemampuan-kemampuan manajerial termasuk kemampuan finansial.”

Dengan hal ini, acara Bimtek tersebut bukannya hanya soal belajar literasi, tetapi juga pembekalan individu yang bermutu, baik secara mentalitas atau material. Peserta juga dilengkapi dengan kemampuan-kemampuan teknis untuk peningkatan inteligensi dan kompetensi dalam ranah teknologi.

Harapan Setelah Kegiatan Bimbingan Teknis

Kegiatan ini dikemas menarik dan interaktif oleh Dr. Aman Suryaman, A.P, M.M dan Dr. Sugito Prasetyo, S.STP, M.M, selaku Widya Iswara dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dr. Lucia Aries Yulianti, S.STP, M.M. menyampaikan bahwa literasi informasi dalam menggunakan teknologi sangat penting agar bisa memperkuat keterampilan berpikir kritis dan mencegah serta menghindari berita hoaks.

Dalam kesempatan, ini para peserta bimbingan teknis sangat antusias mengikuti kegiatan dan sangat interaktif, mereka berharap akan ada kegiatan seperti ini pada tahun selanjutnya. Dengan harapan tinggi bahwa ilmu yang diterima akan berguna dalam ranah masing-masing individu kedepannya.

Bapak Wahono Arifin, selaku Kepala Dispersip, dalam laporannya berharap kegiatan yang pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Nonfisik dan diikuti oleh 300 orang peserta ini terlaksana dengan lancar dan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari para narasumber di lingkungannya masing-masing.

Sumber

·         Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Probolinggo

·         Profil Wali Kota Probolinggo: Dr. H. Aminuddin, Sp. Og (K). M.Kes

·         Dana Alokasi Khusus | JDIH Kementerian Keuangan

Kamus

Bimbingan Teknis (Bimtek)

Bimtek adalah singkatan dari Bimbingan Teknis, yaitu program pelatihan atau pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan praktis peserta di bidang tertentu, seringkali untuk meningkatkan kualitas SDM dan kinerja instansi, terutama di sektor pemerintahan dan publik. Tujuannya adalah membekali peserta dengan kemampuan teknis spesifik, seperti manajemen, pelayanan prima, atau penggunaan teknologi, agar mampu melaksanakan tugas secara lebih profesional dan efektif.

LINK TERKAIT