Promosi Perpustakaan Melalui Digital dan Konvensional

Meskipun perpustakaan kini sudah semakin jarang digunakan oleh masyarakat, tetapi perpustakaan tetap harus ada sebagai salah satu bagian dari pemerintah daerah dengan inovasi baru.

Promosi Perpustakaan Melalui Digital dan Konvensional

Probolinggo - Mudahnya mengakses media informasi melaui perangkat gadget, terutama media literasi, membuat kehadiran perpustakaan semakin lama semakin jarang mendapat pengunjung. Semua akses terhadap media baca dan pelayanan sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya, namun masyarakat masih enggan untuk sekedar singgah dan berkunjung ke perpustakaan.

Data UNESCO,  menyoroti minat baca yang sangat rendah, dengan laporan menyebutkan hanya 0,001% atau 1 dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca. Padahal membaca adalah salah satu akses untuk menambah wawasan. Bukan sekedar buang waktu dengan bacaan yang penuh teori atau sastra fiksi.

Pentingnya Kehadiran Perpustakaan


Meskipun masyarakat sudah mulai jarang berkunjung ke perpustakaan, perpustakaan tetap harus ada sebagai salah satu bagian dari pemerintah daerah. Perpustakaan harus tetap berusaha menjadi salah satu pilihan untuk menemukan informasi dan pengetahuan.

Perpustakaan Umum Kota Probolinggo menjadi salah satu contoh Perpustakaan Daerah yang masih menjadi pilihan kunjungan warganya. Pengunjung perpustakaan (pemustaka) menjadi salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan sebuah perpustakaan.

Baca Juga: Penjelasan SRIKANDI serta Monitoring Evaluasi dan Pelatihan Pemkot Probolinggo

Namun dalam realitasnya, perpustakaan juga tetap mengalami masalah. Contohnya adalah saat masa Pandemi awal tahun 2020. Pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi mobilitas luar ruangan. Imbas dari himbauan ini adalah berkurangnya pemustaka ke perpustakaan secara drastis.

Selain itu, jam layanan juga berubah sesuai dengan aturan pemerintah, yang mengakibatkan waktu kunjungan menjadi lebih singkat. Para pelajar  yang diharuskan berkegiatan sekolah dari rumah dengan juga menjadi salah satu faktor sepinya perpustakaan selama pandemi terjadi.

Inovasi Untuk Akomodasi Pengunjung


Berdasar masalah tersebut, maka perpustakaan membuat inovasi untuk mengajak masyarakat datang kembali ke Perpustakaan. Pendekatan yang dilakukan melalui promosi digital dan non-digital, yang mengombinasikan aktivitas digital dan konvensional masyarakat.

Saat ini, hampir semua hal bisa didapatkan melalui jaringan tanpa kabel, dan itu juga menjadi salah satu cara untuk menyebarkan informasi tentang perpustakaan, yang berupa koleksi baru, layanan, tips untuk merawat buku, hingga tips untuk meningkatkan minat baca.

Informasi tersebut bisa diakses secara gratis dan luas oleh masyarakat, serta didapatkan melalui lembaran leaflet yang disebarkan.

Sumber:


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT