
BIMTEK (bimbingan teknis) untuk mendukung literasi membaca dengan lantang untuk guru, orang tua, pustakawan, dan pegiat literasi.
Membaca
nyaring (shared reading) adalah kegiatan yang melibatkan orang dewasa
dan anak-anak membaca dengan suara yang terdengar jelas dan gaya yang
interaktif. Secara umum, orang dewasa atau tenaga pendidik akan membacakan teks
dengan suara lantang, ekspresi natural, serta melibatkan interaksi dengan anak
melalui tanya jawab.
Inti
dari kegiatan ini bukan sekedar pada anak mendengar cerita, tapi berfokus pada
interaksi dalam prosesnya. Hal ini akan melatih otak anak secara aktif. Hasilnya,
selain menyerap kosakata, anak juga kan berkembang dalam keterampilan berbicara
dan berbahasa.
Bimtek Membaca Nyaring
Menelik
dari manfaat dari kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip)
Kota Probolinggo berinisiatif untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek)
untuk pelatihan membaca nyaring. Acara yang difokuskan untuk para guru, orang
tua, pustakawan, dan pegiat literasi ini sukses diselenggarakan pada tangga 23 –
24 April 2025 di aula Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.
Baca Juga: Literasi Informasi: Kunci Sukses di Era Digital
Pelatihan
ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan tenaga pendidik
tentang pentingnya untuk mendampingi anak dalam belajar. Peserta diharapkan
untuk menerapkan ilmu yang diperoleh sebagai salah satu upaya mencerdaskan
generasi mendatang.
Wali Kota
Probolinggo, Dr. H. Aminuddin, Sp. OG (K). M.Kes. meresmikan acara bersama sekretaris
daerah, asisten administrasi umum, kepala BKPSDM, kepala Dinas Sosial PPPA dan narasumber
didampingi perangkat kerja Dispersip Kota Probolinggo.
Dalam
sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan untuk
mengenalkan budaya gemar membaca di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan
masyarakat di wilayah Kota Probolinggo. Beliau juga berharap kegiatan ini
menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan budaya gemar membaca agar menjadi
generasi yang tangguh dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Psikologi Remaja
Sementara
itu, Bapak Wahono Arifin selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam
laporannya berharap kegiatan yang pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi
Khusus (DAK) Non-fisik dan diikuti oleh 200 orang peserta ini terlaksana
dengan lancar dan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh
dari para narasumber di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan
ini dikemas menarik dan meriah oleh Kak Tobi selaku narasumber dari Sanggar
Seni Prastika Surabaya dan bunda Inge narasumber dari Komunitas Kumpul Dongeng
Jawa Timur. Peserta bimbingan teknis sangat antusias mengikuti kegiatan dan
berharap akan ada kegiatan seperti ini pada tahun selanjutnya.
Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kota Probolinggo
Manfaat
Shared Reading – FIP UNESA
Profil
Wali Kota Probolinggo: Dr. H. Aminuddin, Sp. OG (K). M.Kes.