
Kidung Literasi: Ketuk ilmu dunia dalam genggaman bersama wali dan wakil wali kota, serta bunda literasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo.
Mendongeng Bersama Wali Kota
Probolinggo
– Dalam satu tahun masa jabatan dr. H. AMINUDDIN, Sp.OG. (K)., M.Kes.,
selaku Wali Kota Probolinggo, telah banyak memberi kontribusi kepada masyrakat
Kota Probolinggo dan lingkungan sekitar. Dengan dampingan wakil wali kota, Hj.
Ina Dwi Lestari, S.AP., M. M., Kota Probolinggo mengalami perubahan yang
cukup terlihat melalui program-program yang telah dirancang selama periode satu
tahun ke belakang.
Berbagai
sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga
peningkatan kualitas sumber daya manusia, menjadi fokus utama pemerintah kota.
Salah satu aspek yang turut mendapat perhatian adalah penguatan budaya literasi
di tengah masyarakat sebagai fondasi penting dalam menciptakan generasi yang
cerdas dan berdaya saing.
Berkenaan dengan hal ini, Pemerintah Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan Roadshow sebagai upaya untuk mengawasi sekaligus mengevaluasi kinerja dinas-dinas di bawah kepemimpinan wali kota periode 2025–2030. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pimpinan daerah dengan jajaran perangkat daerah serta masyarakat. Salah satu agenda yang tercantum dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah kegiatan Kidung Literasi (Ketuk Ilmu Dunia dalam Genggaman) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo yang dilaksanakan pada 31 Maret 2026.
Dalam kegiatan
tersebut, Wali Kota Probolinggo hadir bersama sang istri, dr. Evariani selaku
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, serta didampingi oleh Wakil Wali Kota.
Rombongan melakukan kunjungan langsung ke Perpustakaan Umum Kota Probolinggo
dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan serta staf Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kota Probolinggo, termasuk para mahasiswa magang yang turut
berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan
diawali dengan sambutan dari perwakilan dinas yang menyampaikan rasa terima
kasih atas kunjungan serta perhatian pemerintah kota terhadap pengembangan
literasi. Selanjutnya, dilakukan proses pendaftaran kartu keanggotaan
perpustakaan sebagai simbol dukungan terhadap peningkatan minat baca
masyarakat. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan
perpustakaan agar lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Setelah itu,
wali kota beserta rombongan menuju ruang anak yang terletak di lantai dua
gedung perpustakaan. Ruangan tersebut telah dipersiapkan secara khusus untuk
menyelenggarakan acara utama Kidung Literasi, dengan suasana yang ramah anak,
penuh warna, dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kegiatan edukatif.
Pada acara
inti, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo menghadirkan
putra-putri pelajar usia dini dari Taman Kanak-kanak Yayasan Wanita Kereta Api
(YWKA) yang berlokasi di wilayah timur Alun-alun Kota Probolinggo. Kehadiran
anak-anak ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus mencerminkan pentingnya
penanaman budaya literasi sejak usia dini.
Berbagai
penampilan seni ditampilkan oleh siswa-siswi taman kanak-kanak, mulai dari tari
tradisional yang penuh keceriaan, pertunjukan pencak silat yang menunjukkan
kedisiplinan dan keberanian, hingga kegiatan mendongeng yang melibatkan
langsung wali kota. Dalam sesi mendongeng, wali kota tidak hanya membacakan
cerita, tetapi juga berinteraksi aktif dengan anak-anak, memberikan pesan moral
serta memotivasi mereka untuk gemar membaca dan belajar.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh antusiasme, baik dari peserta maupun para tamu undangan. Acara berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, dimulai pada pukul 08.30 - 10.00 WIB, dan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi di Kota Probolinggo semakin meningkat serta mampu membentuk generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan berwawasan luas.
Melalui kegiatan Kidung Literasi ini, Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi usia dini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan edukatif, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan minat baca serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Diharapkan,
program-program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan
menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga perpustakaan tidak hanya
menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan
pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu, sinergi antara pemerintah, instansi
pendidikan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung terwujudnya
Kota Probolinggo sebagai kota yang literat, cerdas, dan berdaya saing.
Dengan adanya
dukungan penuh dari berbagai pihak, budaya literasi diharapkan dapat tumbuh dan
berkembang secara konsisten, serta menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang
tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas,
dan wawasan luas dalam menghadapi tantangan zaman.