
Dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) putra-putri Kota Probolinggo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Probolinggo mengakomodasi siswa-siswi berprestasi untuk mengikuti acara Lomba Storytelling SMP/sederajat.
LOMBA STORYTELLING
Storytelling (bercerita) adalah sebuah sarana di mana para pelajar menyampaikan sebuah cerita, baik dalam bentuk dongeng, legenda, maupun kisah sejarah, menggunakan bahasa tertentu (sering kali bahasa Inggris atau bahasa Indonesia) secara lisan di hadapan umum. Dalam kegiatan ini, peserta tidak sekadar membaca teks atau menghafal cerita, melainkan dituntut untuk menghidupkan karakter dan alur kisah melalui kombinasi intonasi suara, ekspresi wajah, serta gerakan tubuh (gesture) yang mendukung. Keberadaan properti atau kostum sederhana juga sering digunakan untuk memperkuat penyampaian pesan agar cerita terasa lebih menarik, interaktif, dan menyentuh emosi para pendengarnya.
Bagi para pelajar, storytelling memberikan manfaat yang sangat besar, terutama dalam melatih kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum dan mengatasi rasa gugup. Proses mempersiapkan cerita juga secara efektif meningkatkan kemampuan berbahasa, memperkaya kosakata, serta mengasah kreativitas dalam mengemas narasi agar tidak membosankan. Selain itu, storytelling melatih kecerdasan emosional dan daya empati pelajar karena mereka harus mendalami berbagai karakter dengan watak yang berbeda. Melalui kompetisi ini, pelajar tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi yang krusial untuk masa depan mereka, tetapi juga belajar menghargai budaya dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalam setiap cerita yang mereka bawakan.
Berangkat dari kesadaran akan pentingnya ruang ekspresi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo hadir menyelenggarakan lomba storytelling tahunan. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mengakomodasi dan mengapresiasi siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru Kota Probolinggo. Melalui fasilitasi dari pemerintah kota ini, kompetisi tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi para pelajar terbaik, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaring bibit unggul, menghidupkan budaya literasi, dan menyatukan seluruh potensi akademis serta non-akademis anak-anak berbakat di Kota Probolinggo.